Di tengah upaya global menuju energi bersih, literasi energi menjadi kemampuan yang semakin penting dimiliki generasi muda. Sayangnya, isu ini masih jarang dibahas secara mendalam di ruang kelas, padahal transisi energi berkaitan langsung dengan berbagai aspek kehidupan, mulai dari kebijakan pemerintah, ekonomi, hingga lingkungan hidup.
Berangkat dari kondisi ini, Universitas Pertamina menghadirkan program pengenalan transisi energi bagi siswa SMAN 1 Depok melalui pendekatan project-based learning (PBL). Program yang berlangsung pada Mei dan Juni 2026 ini merupakan kolaborasi antara Program Studi Hubungan Internasional dan Teknik Logistik, didukung hibah pengabdian kepada masyarakat internal kampus bertajuk PkM UPERAISAL 2026.
Menurut Silvia Dian Anggraeni, dosen Hubungan Internasional UPER sekaligus ketua tim program, pendekatan PBL dipilih karena mampu membawa siswa lebih jauh dari sekadar memahami konsep energi secara teoretis. Siswa diajak melihat keterkaitan isu energi dengan persoalan di sekitar mereka, sekaligus membangun gagasan sendiri berdasarkan hasil diskusi dan studi kasus yang dipelajari.
Pendekatan ini sejalan dengan berbagai temuan riset pendidikan, yang menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek secara konsisten memberi dampak positif terhadap capaian akademik, kemampuan berpikir kritis, serta sikap belajar siswa. Dalam program ini, siswa mengembangkan pemahaman mereka melalui proyek infografis kelompok yang kemudian dipresentasikan pada tahap akhir program.
Sebanyak 16 kelompok siswa tampil memaparkan proyek mengenai berbagai isu transisi energi di hadapan tim dosen UPER. Enam kelompok terbaik memperoleh apresiasi khusus atas kreativitas, kedalaman substansi, kemampuan komunikasi, serta inovasi gagasan yang mereka kembangkan selama program berlangsung.
Dampak program ini juga tercermin dari hasil evaluasi belajar siswa. Skor rata-rata peserta tercatat naik 6,15 persen, dari 84,2 pada pre-test menjadi 89,38 pada post-test, menunjukkan bahwa pemahaman siswa terhadap isu energi meningkat signifikan setelah mengikuti rangkaian pembelajaran berbasis proyek.
Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Ichsan Setya Putra, menyampaikan bahwa penguatan literasi energi perlu berjalan beriringan dengan kemampuan generasi muda untuk berpikir kritis, beradaptasi, dan memecahkan persoalan secara solutif. Komitmen ini diwujudkan lewat integrasi isu energi ke berbagai proses pendidikan di UPER, salah satunya melalui peminatan Geopolitik dan Keamanan Energi pada Program Studi Hubungan Internasional, sekaligus menjadi kontribusi nyata kampus terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di bidang pendidikan dan energi bersih.
Langkah UPER ini menunjukkan bahwa penguatan literasi energi tidak harus dimulai dari bangku kuliah, tetapi bisa diperkenalkan sejak jenjang sekolah menengah melalui metode belajar yang tepat. Bagi siswa yang ingin melanjutkan pemahaman tentang energi, kebijakan, dan keberlanjutan secara lebih mendalam, memilih kampus yang aktif mengangkat isu-isu strategis ini bisa menjadi langkah awal yang tepat.
Siap melangkah lebih jauh dalam memahami isu energi dan keberlanjutan? Kunjungi Pendaftaran Universitas Pertamina sekarang dan mulai perjalanan akademikmu bersama UPER.




