Menentukan suku bunga deposito menjadi hal krusial sebelum Anda memutuskan untuk menyimpan dana di bank, baik untuk tujuan jangka pendek, menengah, maupun panjang. Tingkat suku bunga akan berpengaruh langsung pada keuntungan yang diperoleh nasabah dari investasi deposito yang dilakukan.
Faktor Yang Mempengaruhi Naik Turunnya Suku Bunga Deposito

Berikut berbagai faktor yang memengaruhi pergerakan suku bunga deposito di bank.
1. Kebutuhan Dana
Kebutuhan dana dari pihak bank menjadi salah satu faktor paling mendasar yang memengaruhi tingkat suku bunga deposito. Ketika bank memiliki target penghimpunan dana pihak ketiga yang tinggi, terutama untuk pembiayaan ekspansi kredit atau penyaluran pinjaman produktif, mereka akan menaikkan suku bunga deposito untuk menarik minat nasabah menempatkan dananya. Sebaliknya, saat kebutuhan dana bank sudah terpenuhi atau likuiditas dalam kondisi berlebih, bank cenderung menurunkan suku bunga deposito untuk menekan biaya dana (cost of fund). Kebutuhan dana ini umumnya bersifat fluktuatif, menyesuaikan kondisi pasar dan strategi bisnis masing-masing bank.
2. Persaingan Antar Bank
Persaingan antar bank, baik bank umum konvensional, bank digital, maupun BPR, memiliki pengaruh signifikan dalam penentuan suku bunga deposito. Apabila tingkat kompetisi tinggi, setiap bank akan berupaya menarik perhatian calon nasabah dengan menawarkan suku bunga yang lebih menarik dibanding kompetitornya. Hal ini terjadi terutama saat terdapat tren peningkatan penempatan dana di deposito akibat ketidakpastian pasar modal. Persaingan yang ketat biasanya memuncak pada periode akhir tahun atau saat target penghimpunan dana belum tercapai, sehingga bank melakukan strategi agresif melalui kenaikan bunga deposito.
3. Kebijakan Pemerintah
Kebijakan moneter pemerintah melalui Bank Indonesia juga menjadi faktor penting. Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate atau BI-7DRR) akan menjadi dasar bagi perbankan untuk menentukan suku bunga simpanan maupun kredit. Ketika Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan untuk mengendalikan inflasi atau stabilitas rupiah, bank-bank akan menyesuaikan suku bunga deposito dengan menaikkannya agar tetap menarik bagi nasabah. Sebaliknya, jika BI Rate turun, maka suku bunga deposito juga cenderung menurun. Kebijakan fiskal pemerintah, termasuk stimulus ekonomi dan regulasi pajak bunga deposito, juga dapat memengaruhi tingkat suku bunga yang berlaku.
4. Profit Yang Ingin Didapatkan
Setiap bank memiliki target profit dan margin keuntungan tertentu yang ingin dicapai dari penghimpunan dana masyarakat. Target profit ini akan memengaruhi seberapa besar bunga deposito yang ditawarkan kepada nasabah. Bank perlu menjaga keseimbangan antara biaya bunga yang dibayarkan kepada nasabah deposito dan pendapatan bunga yang diperoleh dari penyaluran kredit. Karena itu, investasi deposito Anda akan mengikuti strategi bisnis bank dalam mencapai Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) yang optimal. Jika target profit bank tinggi, maka bunga deposito akan ditetapkan pada tingkat yang tidak membebani rasio profitabilitas bank secara keseluruhan.
5. Jangka Waktu
Jangka waktu atau tenor deposito turut menentukan besaran suku bunga. Umumnya, bank memberikan bunga lebih tinggi untuk tenor yang lebih panjang karena dana nasabah akan mengendap lebih lama, sehingga dapat dimanfaatkan untuk menyalurkan kredit dengan risiko likuiditas yang lebih kecil. Misalnya, tenor deposito 12 bulan cenderung memiliki suku bunga lebih tinggi dibanding tenor 1 atau 3 bulan. Namun, hal ini juga bergantung pada strategi likuiditas dan kebutuhan dana bank tersebut. Penentuan bunga berdasarkan jangka waktu memberi fleksibilitas bagi nasabah untuk menyesuaikan kebutuhan likuiditas pribadi dengan tingkat keuntungan yang ingin dicapai.
6. Kondisi Likuiditas Bank
Likuiditas bank, yaitu ketersediaan dana tunai dan aset likuid untuk memenuhi kewajiban jangka pendek, juga memengaruhi tingkat suku bunga deposito. Ketika kondisi likuiditas bank sedang ketat, misalnya karena penarikan dana pihak ketiga yang tinggi atau kebutuhan pembiayaan yang meningkat, bank akan menaikkan bunga deposito untuk menarik dana masuk lebih banyak. Sebaliknya, saat likuiditas bank dalam kondisi sangat longgar, bunga deposito dapat ditekan lebih rendah karena kebutuhan dana tambahan tidak mendesak. Oleh karena itu, nasabah perlu memantau laporan keuangan dan tren likuiditas industri perbankan untuk memahami pergerakan suku bunga deposito di pasar.
7. Inflasi
Inflasi nasional memiliki dampak langsung terhadap suku bunga deposito. Ketika inflasi meningkat, nilai riil dari bunga deposito akan menurun jika suku bunga tidak disesuaikan. Bank akan mempertimbangkan tingkat inflasi agar nasabah tetap mendapatkan imbal hasil yang kompetitif. Contohnya, jika inflasi tinggi namun bunga deposito rendah, maka keuntungan riil nasabah akan tergerus oleh kenaikan harga barang dan jasa. Oleh sebab itu, penetapan bunga deposito biasanya mempertimbangkan proyeksi inflasi agar tetap menarik dan tidak kalah bersaing dengan instrumen investasi lain, seperti obligasi atau reksadana pasar uang.
Memahami berbagai faktor yang memengaruhi naik turunnya suku bunga deposito akan membantu Anda dalam mengambil keputusan investasi deposito yang lebih cerdas dan strategis. Dengan demikian, Anda tidak hanya menempatkan uang untuk disimpan, tetapi juga dapat memaksimalkan potensi keuntungan sesuai dengan kondisi pasar yang berlaku. Untuk mempermudah, Anda dapat memulai deposito melalui Aplikasi DBS digibank. Prosesnya 100% digital, bunga kompetitif, dan bisa dimulai hanya dari Rp1 juta.
Selain itu, Anda dapat berdiskusi mengenai tren terkini untuk kondisi finansial Anda secara lebih praktis. Melalui Aplikasi DBS digibank, Anda dapat menangkap momentum 24/7 dengan adanya notifikasi terkait peluang pasar, pilihan investasi yang beragam sesuai profil risiko, serta Anda dapat mengikuti kelas edukatif dan diskusi bersama pakar tepercaya untuk membaca tren terkini seputar bisnis dan investasi.
Anda bisa memulai deposito hanya dari Rp1 juta, menikmati bunga kompetitif hingga 5% p.a., serta mengakses layanan perbankan 24/7 di genggaman Anda. Dana Anda juga dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sehingga memberikan rasa aman, dengan pilihan tenor fleksibel mulai dari 1, 3, 6, 9, hingga 12 bulan yang dapat disesuaikan dengan rencana keuangan Anda.
Segera maksimalkan dana Anda dan pelajari lebih lanjut di sini untuk memulai deposito dengan aman dan optimal.
